SORONG (hidaytaullahsorong.id) – Musyawarah Wilayah (Muswil) I Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Papua Barat Daya menjadi penanda penting babak baru perjalanan organisasi di wilayah timur Indonesia.
Bertempat di Hotel Aquarius Aimas, forum strategis ini mengusung tema besar “Sinergi Anak Bangsa Menyongsong Indonesia Emas 2045”, yang merefleksikan semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas elemen dalam membangun umat dan bangsa. Ahad, (21/12/2025)

Muswil I DPW Hidayatullah Papua Barat Daya tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, melainkan momentum konsolidasi yang sarat makna. Forum ini meneguhkan kembali arah perjuangan Hidayatullah dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat di tingkat regional, sekaligus merespons tantangan zaman yang semakin kompleks menjelang satu abad Indonesia merdeka.
Hadir mewakili Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, M.Pd., memberikan arahan strategis dan penguatan visi organisasi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa membangun umat tidak dapat dilakukan secara eksklusif. Sinergi dengan berbagai piha, baik organisasi kemasyarakatan, pemerintah, maupun tokoh masyaraka menjadi kunci dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
“Tema sinergi ini bukan sekadar slogan, tetapi tuntutan zaman. Hidayatullah harus hadir merangkul dan berkolaborasi, bukan berjalan sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya nilai dasar perjuangan kader Hidayatullah, yakni sami’na wa atha’na (mendengar dan taat), sebagai fondasi disiplin dan kekuatan gerakan. Lebih lanjut, ia memaparkan kiprah Hidayatullah yang kini telah tersebar di 28 provinsi sebagai bukti konsistensi dakwah dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat Daya, Ustadz M. Sanusi, S.Pd.I., menegaskan bahwa Muswil I DPW Hidayatullah Papua Barat Daya memiliki nilai historis yang sangat penting. Setelah kurang lebih tiga tahun melalui masa perintisan sebagai wilayah pemekaran, Hidayatullah Papua Barat Daya kini memasuki fase konsolidasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Muswil ini menjadi forum penentuan arah organisasi, pemilihan ketua, serta penyusunan kepengurusan DPW untuk masa bakti lima tahun ke depan,” jelasnya.
Menurutnya, Muswil tidak hanya dimaknai sebagai proses regenerasi kepemimpinan, tetapi juga sarana evaluasi menyeluruh serta perumusan strategi dakwah yang lebih kontekstual, adaptif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput.

Acara pembukaan Muswil I turut dihadiri berbagai tokoh umat dan pimpinan organisasi Islam di Papua Barat Daya, di antaranya Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat Daya, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat Daya, anggota DPD RI, Ketua PW PKB Papua Barat Daya, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sorong, Ketua dan Pengurus Gabungan Majelis Taklim (GMT), serta tokoh masyarakat dan pimpinan lembaga Islam lainnya.


Dengan berlangsungnya Muswil I secara lancar dan khidmat, Hidayatullah Papua Barat Daya diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner dan program-program strategis yang berdampak nyata. Semangat sinergi yang digaungkan dalam Muswil ini menjadi modal penting untuk memperkuat peran umat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045./nz









