SORONG (hidayatullahsorong.id) – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Ballroom Hotel Aquarius Aimas pada Ahad, (31/5/2026)
Sebanyak 30 santri resmi menyelesaikan masa pendidikannya, terdiri atas 21 santri MTs Integral Hidayatullah dan 9 santri MA Integral Hidayatullah. Mereka tidak hanya berhasil menuntaskan pendidikan formal, tetapi juga pendidikan nonformal berbasis kepesantrenan yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Hidayatullah. Bahkan, ada santri yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz selama menempuh pendidikan di pesantren.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa sistem pendidikan terpadu yang diterapkan di MTs-MA Integral Hidayatullah mampu membentuk generasi yang unggul dalam akademik sekaligus kuat dalam pembinaan karakter dan spiritual. Para santri dibimbing tidak hanya untuk meraih prestasi dunia, tetapi juga dipersiapkan menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan dekat dengan Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kabupaten Sorong yang diwakili oleh Abu Naim, M.Pd., memberikan motivasi kepada para lulusan agar terus melanjutkan perjuangan menuntut ilmu.
“Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan di muka bumi ini. Oleh karena itu, teruslah menjaga hafalan Al-Qur’an hingga akhir hayat. Sesungguhnya seorang penghafal Al-Qur’an adalah mereka yang mampu menjaga hafalannya sehingga tidak memiliki kesempatan untuk lalai dan bermaksiat kepada Allah SWT,” pesannya di hadapan para santri dan wali santri.
Acara tersebut turut dihadiri Pengurus DPW Hidayatullah Papua Barat Daya, Ketua Mushida Papua Barat Daya, jajaran pengurus pesantren serta orang tua santri yang datang untuk menyaksikan momen bersejarah putri mereka.

Ketua Yayasan, Anang Ma’ruf, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan guru, dan orang tua santri yang telah berkontribusi sehingga kegiatan Haflah Akhirussanah dapat terlaksana dengan lancar dan penuh makna.
Sementara itu, Ustadz Sanusi dalam taujihnya menegaskan pentingnya menjaga semangat belajar sepanjang hayat. Ia juga mengingatkan para orang tua agar tetap mendampingi dan mengawasi perkembangan anak-anak mereka setelah menyelesaikan pendidikan.

“Pendidikan anak tidak berhenti setelah penamatan. Orang tua memiliki peran besar dalam menjaga lingkungan pergaulan dan keberlangsungan pendidikan mereka. Pilihlah lembaga pendidikan dan pesantren yang benar-benar terjaga lingkungannya, memiliki pembinaan yang baik, serta mampu membentuk karakter anak menjadi pribadi yang saleh dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Haflah Akhirussanah tahun ini menjadi gambaran nyata bahwa Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Sorong tidak hanya mencetak lulusan yang siap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tetapi juga melahirkan generasi Qurani yang berakhlak, berprestasi, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kehadiran lembaga pendidikan yang mampu memadukan ilmu pengetahuan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an menjadi harapan bagi banyak orang tua dalam mempersiapkan masa depan anak-anak mereka.









